.

Selamat Datang Di Mari Belajar IPS

Sabtu, 23 April 2011

Kristina Martha Tiahahu

Martha Christina Tiahahu lahir di Nusa Laut, Maluku, 4 Januari 1800 – meninggal di Laut Banda, Maluku, 2 Januari 1818 pada umur 17 tahun adalah seorang gadis dari Desa Abubu di Pulau Nusalaut. Lahir sekitar tahun 1800 dan pada waktu mengangkat senjata melawan penjajah Belanda berumur 17 tahun. Ayahnya adalah Kapitan Paulus Tiahahu, seorang kapitan dari negeri Abubu yang juga pembantu Thomas Matulessy dalam perang Pattimura tahun 1817 melawan Belanda.

Martha Christina tercatat sebagai seorang pejuang kemerdekaan yang unik yaitu seorang puteri remaja yang langsung terjun dalam medan pertempuran melawan tentara kolonial Belanda dalam perang Pattimura tahun 1817. Di kalangan para pejuang dan masyarakat sampai di kalangan musuh, ia dikenal sebagai gadis pemberani dan konsekwen terhadap cita-cita perjuangannya.

Sejak awal perjuangan, ia selalu ikut mengambil bagian dan pantang mundur. Dengan rambutnya yang panjang terurai ke belakang serta berikat kepala sehelai kain berang (merah) ia tetap mendampingi ayahnya dalam setiap pertempuran baik di Pulau Nusalaut maupun di Pulau Saparua. Siang dan malam ia selalu hadir dan ikut dalam pembuatan kubu-kubu pertahanan. Ia bukan saja mengangkat senjata, tetapi juga memberi semangat kepada kaum wanita di negeri-negeri agar ikut membantu kaum pria di setiap medan pertempuran sehingga Belanda kewalahan menghadapi kaum wanita yang ikut berjuang.

Di dalam pertempuran yang sengit di Desa Ouw – Ullath jasirah Tenggara Pulau Saparua yang nampak betapa hebat srikandi ini menggempur musuh bersama para pejuang rakyat. Namun akhirnya karena tidak seimbang dalam persenjataan, tipu daya musuh dan pengkhianatan, para tokoh pejuang dapat ditangkap dan menjalani hukuman. Ada yang harus mati digantung dan ada yang dibuang ke Pulau Jawa. Kapitan Paulus Tiahahu divonis hukum mati tembak. Martha Christina berjuang untuk melepaskan ayahnya dari hukuman mati, namun ia tidak berdaya dan meneruskan bergerilyanya di hutan, tetapi akhirnya tertangkap dan diasingkan ke Pulau Jawa.

Di Kapal Perang Eversten, Martha Christina Tiahahu menemui ajalnya dan dengan penghormatan militer jasadnya diluncurkan di Laut Banda menjelang tanggal 2 Januari 1818. Menghargai jasa dan pengorbanan, Martha Christina dikukuhkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Mgr.Albertus Sugiyopranoto

Sugiyopranoto lahir pada tanggal 25 November 1890 di Solo. Setelah menamatkan Sekolah Dasar Katolik di Solo, kemudian dia meneruskan pendidikan di Magelang. Setelah selesai dari sekolah guru pada tahun 1915, ia sempat mengajar selama satu tahun. selanjutnya dia mengikuti Pendidkan Imamat dan mulai aktif dalam kegiatan keagamaan. Ia dikirm ke Belanda untuk memperdalam agama Katolik, Bahasa Latin, Bahasa Yunani, serta ilmu filsafat.

Dari Belanda, ia mengajar Ilmu Pasti, bahasa Jawa, dan agama di Sekolah Guru Kolose Muntilan dengan nama Frater Sugiyo. Selain itu, dia juga aktif memimpin surat kabar mingguan berbahasa Jawa, Swaratama. Frater Sugiyo banyak mempelajaritentang penyesuaian ajaran Katolik dengan Kebudayaan Bangsa Indonesia. Pada tahun 1928, frater Sugiyo kembali ke Belanda untuk belajar ilmu Teologi. Ia juga menghadiri acara-acara Kepausan di Roma sebaga wakili-wakil Frater INdonesia. Pada tahun 1931, Frater Sugiyo ditahbiskan sebagai Imam.

Setelah kembali ke Indonesia, dua tahun kemudian, dia diangkat sebagai Pastor Pembantu di Bintaran, dan selanjutnya ia menjadi Pastor Paroki. Sesudah itu ia diangkat menjadi Penasehat Misi Yesus di Pulau Jawa pada tahun 1938. Dua berikutnya, ia menjadi Vikaris Apostolik dan memangku Jabatan Keuskupan. Sugiyopranoto merupakan orang Indonesia pertama yang menjadi Uskup Agung.

Sugiyopranotolah yang pertama kali memasukan kebudayaan Indonesia dalam ritual upacara-upacara Gereja. Di Gereja-Gereja Jawa, ia memakai gamelan sebagai musik pegiring Misa, menggantikan peran orgel. Perubahan-perubahan tersebut adalah upayanya dalam menyerasikan kebudayaan Barat dengan Kebudayaan Indonesia. Ia juga menentang pandangan pemerintah Jepang yang menyamakan Gereja sebagai pemerintahan kolonial.

Mgr.Sugiyopranoto meninggal dunia di negri Belanda pada tanggal 10 Juli 1963. Beliau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giritunggal, Semarang.

Minggu, 26 Desember 2010

Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia

Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia
Oleh desiwilona


Masih ingatkah kamu tentang kedatanga Bangsa-bangsa Barat ke Indonesia? Meskipun tujuan awalnya adalah berdagang, nemun kemudian berusaha untuk menguasainya.Mereka tergiur oleh kekayaan alam Nusantara sebagai penghasil lada dan rempah-rempah. VOC merupakan kongsi dagang Belanda yang mempunyai wilayah di Hindia Timur. Hak istimewa VOC disebut juga hak octroi. Terdiri atas:
a. Membuat perjanjian dengan raja-raja setempat,
b. Menyatakan perang dan membuat perdamaian,
c. Membuat senjata dan mendirikan perbentengan,
d. Mencetak uang,
e. Mengangkat dan mengentikan pegawainya, serta
f. Mengadili perkara

Faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran VOC antara lain:
a. Banyak pegawai VOC yang melakukan korupsi karen gaji yang rendah
b. VOC tidak mampu bersaing dengan kongdi dagang Eropa yang lain
c. Walaupun merugi, kepada para pemegang saham tetap diberikan dividen sehingga
jumlah modal semakin berkurang
d. Peperangan yang terjadi antara Belanda melawan Inggris(1780-1784) menghabiskan
banyak biaya
e. Jatuhnya kantor dagang VOC di India dan adanya kebebasan pelayaran Inggris
ke Indonesia. 

Minggu, 12 September 2010

Letak Geologis

Letak geologis adalah letak suatu wilayah berdasarkan batuan induk yang ada di dalam bumi. Secara geoogis, wilayah Indonesia terletak pada Dangkalan Sunda, Dangkalan Sahul, dan Laut Tengah Australis-Asiatis.

Secara umum, wilayah Indonesia berada pada jalur Pegunungan Sirkum Pasiik dan Pegunungan Sirkum Mediterania. Daratan Pegunungan Sirkum Pasifik dengan sifat batuannya yang asam melalu daeraIndonesia baian tengah dan timur. Pegunungan Mediterania yang melalu daerah Indonesia merupakan bagian dari pegununga Himalaya dengan sifat batuannya yang basa.

Pengaruh letak geologis terhadap wilayah Indonesia, antara lain sebagai berikut:
a. Indonesia mmilii banyak pegunungan beapi yang laharnya dapat menyuburkan tanah
b. Daerah Indonesia sering mengalami gempa, baik gempa tektonik maupun gempa
vulkanik
c. Banyak tempat-tempat yang menyimpan barang tambang seperti minyak bumi, batu bara,
timah atau bauksit.

Letak Geografis

Letak geografis adalah letak suatu tempat dilihat dari kenyataannya di muka bumi atau letak suatu tempat dalam kaitannya dengan daerah lain di sekitarnya. Pada peta, dapat dilihat bahwa Indonesia berada di antara dua benua, yaitu Benua Asia dan Benua Austarlia serta berada di antara dua samudera yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Pengaruh letak geografis bag Indonesia adalah sebagai berikut:
a. Indonesia menjadi jalur silang lalu lintas dan pedagangan dunia yang ramai.
b. Indonesia menjadi tempat pertemuan kebudayaan dari berbagai bangsa.

Sabtu, 11 September 2010

Location of Indonesia

The location of Indonesia can be described astronomically, geographically, and geologically. The following are the descriptions of the location of Indonesia.

1. Astronomically Location
The astronomical location is a location of an area marked by earth's latitude and longitude. Astronomically, Indonesia is located in the 6 North Latitude-11 South Latitude and 95 East Longitude-141 East Longitude. The northern area is We Island in Nangroe Aceh Darussalam, which is located in the 6 North Latitude. The siuthern area is Roti Island in East Nusa Tenggara Island, located in the 11 South Latitude. The western area is also We Island, located in 95 East Longitude, and the estern area is Merauke City, located in 141 East Longitude.

The longitude line is used as a guideline to time distribution. According to the Precidential Decree of Republic Indonesia Number 41 Year 1987, validated since 1 January 1988, time-bassed regional distribution in Indonesia is divided into three time zones.
a. WIB (West Indonesia Standard Time)
1. Meridien base 105 East Longitude
2. 7 Hours earlier than Greenwich Mean Time (GMT)
3. Covering all Sumatera, Java, West Borneo, and Central Borneo.
b. WITA (Central Indonesia Standard Time)
1. Meridien base 120 East Longitude
2. 8 hours earlier than Greenwich Mean Time (GMT)
3. Convering East Borneo, South Borneo, Bali, West Nusa Tenggara, East Nusa
Tenggara, and Celebes
c. WIT (East Indonesia Standard Time)
1. Meridien base 135 East Longitude
2. 9 hours earlier than Greenwich Mean Time (GMT)
3. Covering all Moluccas island and Papua island