.

Selamat Datang Di Mari Belajar IPS

Minggu, 12 September 2010

Letak Geologis

Letak geologis adalah letak suatu wilayah berdasarkan batuan induk yang ada di dalam bumi. Secara geoogis, wilayah Indonesia terletak pada Dangkalan Sunda, Dangkalan Sahul, dan Laut Tengah Australis-Asiatis.

Secara umum, wilayah Indonesia berada pada jalur Pegunungan Sirkum Pasiik dan Pegunungan Sirkum Mediterania. Daratan Pegunungan Sirkum Pasifik dengan sifat batuannya yang asam melalu daeraIndonesia baian tengah dan timur. Pegunungan Mediterania yang melalu daerah Indonesia merupakan bagian dari pegununga Himalaya dengan sifat batuannya yang basa.

Pengaruh letak geologis terhadap wilayah Indonesia, antara lain sebagai berikut:
a. Indonesia mmilii banyak pegunungan beapi yang laharnya dapat menyuburkan tanah
b. Daerah Indonesia sering mengalami gempa, baik gempa tektonik maupun gempa
vulkanik
c. Banyak tempat-tempat yang menyimpan barang tambang seperti minyak bumi, batu bara,
timah atau bauksit.

Letak Geografis

Letak geografis adalah letak suatu tempat dilihat dari kenyataannya di muka bumi atau letak suatu tempat dalam kaitannya dengan daerah lain di sekitarnya. Pada peta, dapat dilihat bahwa Indonesia berada di antara dua benua, yaitu Benua Asia dan Benua Austarlia serta berada di antara dua samudera yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Pengaruh letak geografis bag Indonesia adalah sebagai berikut:
a. Indonesia menjadi jalur silang lalu lintas dan pedagangan dunia yang ramai.
b. Indonesia menjadi tempat pertemuan kebudayaan dari berbagai bangsa.

Sabtu, 11 September 2010

Location of Indonesia

The location of Indonesia can be described astronomically, geographically, and geologically. The following are the descriptions of the location of Indonesia.

1. Astronomically Location
The astronomical location is a location of an area marked by earth's latitude and longitude. Astronomically, Indonesia is located in the 6 North Latitude-11 South Latitude and 95 East Longitude-141 East Longitude. The northern area is We Island in Nangroe Aceh Darussalam, which is located in the 6 North Latitude. The siuthern area is Roti Island in East Nusa Tenggara Island, located in the 11 South Latitude. The western area is also We Island, located in 95 East Longitude, and the estern area is Merauke City, located in 141 East Longitude.

The longitude line is used as a guideline to time distribution. According to the Precidential Decree of Republic Indonesia Number 41 Year 1987, validated since 1 January 1988, time-bassed regional distribution in Indonesia is divided into three time zones.
a. WIB (West Indonesia Standard Time)
1. Meridien base 105 East Longitude
2. 7 Hours earlier than Greenwich Mean Time (GMT)
3. Covering all Sumatera, Java, West Borneo, and Central Borneo.
b. WITA (Central Indonesia Standard Time)
1. Meridien base 120 East Longitude
2. 8 hours earlier than Greenwich Mean Time (GMT)
3. Convering East Borneo, South Borneo, Bali, West Nusa Tenggara, East Nusa
Tenggara, and Celebes
c. WIT (East Indonesia Standard Time)
1. Meridien base 135 East Longitude
2. 9 hours earlier than Greenwich Mean Time (GMT)
3. Covering all Moluccas island and Papua island

Sabtu, 31 Juli 2010

Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia

1. Dari Pedagang Menjadi Penjajah

Masih ingatkah kamu tentang kedatanga Bangsa-bangsa Barat ke Indonesia? Meskipun tujuan awalnya adalah berdagang, nemun kemudian berusaha untuk menguasainya.Mereka tergiur oleh kekayaan alam Nusantara sebagai penghasil lada dan rempah-rempah. VOC merupakan kongsi dagang Belanda yang mempunyai wilayah di Hindia Timur. Hak istimewa VOC disebut juga hak octroi. Terdiri atas:
a. Membuat perjanjian dengan raja-raja setempat,
b. Menyatakan perang dan membuat perdamaian,
c. Membuat senjata dan mendirikan perbentengan,
d. Mencetak uang,
e. Mengangkat dan mengentikan pegawainya, serta
f. Mengadili perkara

Faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran VOC antara lain:
a. Banyak pegawai VOC yang melakukan korupsi karen gaji yang rendah
b. VOC tidak mampu bersaing dengan kongdi dagang Eropa yang lain
c. Walaupun merugi, kepada para pemegang saham tetap diberikan dividen sehingga
jumlah modal semakin berkurang
d. Peperangan yang terjadi antara Belanda melawan Inggris(1780-1784) menghabiskan
banyak biaya
e. Jatuhnya kantor dagang VOC di India dan adanya kebebasan pelayaran Inggris
ke Indonesia.

Vania Desiwilona (Purwakarta)

Rabu, 07 Juli 2010

Masa Kolonial Eropa di Indonesia



Kedatangan Bangsa Portugis ke Indonesia

Kedatangan bangsa Portugis ke Indonesia mempunyai tiga tujuan sebagai berikut.
a. Tujuan ekonomi ,yaitu mencari keuntungan yang besar dari hasil perdagangan rempah-rempah.
Memberi dengan harga murah di Maliku dan menjualnya dengan harga tinggi di Eropa.
b. Tujuan agama,yaitu menyebarkan agama Nasrani.
c. Tujuan petualangan, yaitu mencari daerah jajahan.
Tujuan tersebut lebih dikenal dengan gold, glory, gospel.
a. Gold, yaitu mencari emas dan kekayaan.
b. Glory, yaitu mencari keharuman nama,, kejayaan, dan kekuasaan.
c. Gospel, yaitu tugas suci menyebarkan agama Kristen-Katolik.

Bangsa Portugis karena ingin mencapai tujuannya, segera melakukan serangkaian kegiatan penjelajahan. Di bawah pimpinan Alfonso d'Albuquerque, ia bersama armadanya berhasil menguasai Malaka pada tahun 1511. Selanjutnya, pada tahun 1512 Portugis sudah berhasil menguasai Ternate, yaitu dengan mengadakan perjanjian dengan Kerajaan Ternate. Namun ternyata Spanyol sudah bersekutu dengan Kerajaan Tidore. Akhirnya mereka bermusuhan.
Portugis dan Spanyol memang sama-sama ingin menguasai dunia. Mereka sudah dua kali membuat kesepakatan, yang pertama tahun 1494 dengan perjanjian Thordesilas, dan yang kedua tahun 1526 denga perjanjian Saragosa.
Perjanjian Saragosa yang dipimpin oleh Paus, membagi dunia dalam dua wilayah kekuasaan.
* Daerah disebelah utara garis Saragosa adalah penguasaan Portugis.
* Daerah disebelah selatan garis Saragosa adalah penguasaan Spanyol.



Kedatangan Bangsa Spanyol di Indonesia

Tujuan kedatangan bangsa Spanyol ke Indonesia sama dengan tujuan bangsa Portugis, yaitu mencari kekayaan, menyebarkan agama Nasrani, dan mencari daerah jajahan. Pada tanggal 8 November 1521, kapal dagang Spanyol berlabuh di Maluku, setelah melalui Filipina, Kalimantan Utara, kemudian langsung ke Tidore. Disini bangsa Spanyol diterima baik oleh rakyat Tidore. Namun Portugis yang ada di Ternate merasa terancam dan tidak mau disaingi sesama bangsa Eropa, yang dianggap akan mengganggu monopolinya. Kemudian mereka bersengketa, dan dibuatlah perjanjian di Saragosa pada tahun 1526, yang menyebabkan Spanyol harus meninggalkan Tidore.


Kedatangan Bangsa Inggris ke Indonesia


Inggris mendirikan kongsi dagang yang dibberi nama East Indian Company(EIC) pasda tahun 1600. Pemerintah Inggris memberikan hak-hak istimewa kepada EIC. Pada abad ke-18, para pedagang Inggris juga sudah banyak yang berdagang ke Indonesia. Bahkan sejak Belanda menjadi sekutu Perancis, Inggrsi selalu mengancam kedudukan Belanda di Indonesia.
Pada tahun 1811, Thomas Stamford Raffles telah berhasil merebut seluruh wilayah kekuasaan Belanda di Indonesia. Raffles yang diangkat sebagai pemimpin Inggris ats wilayah Indonesia, memberikan kesempatan pada penduduk Indonesia untuk melaksanakan perdagangan bebas, Namun kekuasaan Inggris tetap bersifat menindas bangsa Indonesia.
Daerah operasi EIC adalah India. Sedang pusat kekuasaannya adalah Kalkuta(India). Dari Kalkuta inilah Inggris meluaskan wilaahnya hingga ke Asia Tenggara.


Kedatangan bangsa Belanda ke Indonesia


Perang antara Belanda melawan Spanyol selama 80 tahun (1568-1648) telah mendorong Belanda untuk mencari daerah jajahan nusantara. Tujuan Belanda datang ke Indonesia, sama dengan bangsa-bangsa Eropa lainnya, yaitu mencari kekayaan, monopoli perdagangan, dan mencari daerah jajahan.
Belanda datang pertama klai ke Indonesia pada tahun 1596, dibawah pimpinan Cornelis de Houtman, dan berhasil mendarat di Pelabuhan Banten. Namun kedatangan Belanda diusir penduduk pesisir Banten karena bersikap kasar dan sombong. Belanda datang lagi ke Indonesia di pimpin Jacob van Heck pada tahun 1598.
Pada tanggal 20 Maret tahun 1602, Belanda mendirikan kongsi dagang bernama VOC(Vereenigde Oost Indische Compagnie), dengan tujuan sebagai berikut:
a. Menghilangkan persaingna yang merugikan para pedagang Belanda.
b. Menyatukan tenaga untuk menghadapi persaingan dengan bangsa Portugis dan
pedagang-pedagang lain di Indonesia.
c. Mencari keuntungan yang sebesar-besarnya untuk membiayai perang melawan Spanyol.

VOC menerapkan beberapa aturan paksa yang harus dilaksanakan oleh Indonesia. Bentuk-bentuk aturan paksa VOC yang diterapkan di Indonesia tersebut sebagai berikut.
a. Monopoli dagang.
b. Pajak yang harus dibayar dengan hasil bumi.
c. Penjualan paksa hasil bumi kepada VOC.
d. Pelayaran Hongi, yaitu wajib mendayung perahu VOC di perairan Maluku.
e. Aksi penebangan tanaman rempah-rempah milik rakyat.
f. Wajib menan kopi di wilayah rakyat Priangan.
g. Wajib menyerahkan upeti berupa hasil bumi kepada kepala daerah yang telah
menandatangani perjanjian dengan VOC.

Minggu, 09 Mei 2010

Kerajaan Sriwijaya

Sriwijaya bukan saja menjadi pusat kekuasaan yang besar,melainkan menjadi pusat kebudayaan, peradaban, dan ilmu pengetahuan Agama Buddha. Para Bhikkhu yang melawat ke Sriwijaya mempunyai tempat yang khusus. Mereka sangat dihormati oleh para penguasa dan rakyat Sriwijaya. Bhikkh yang datang ke Sriwijaya bukan hanya untuk sekedar sinngah untuk beberapa saat, melainkan mereka tinggal untuk waktu yang lama dan mempelajari agama Buddha. Adapun para Bhikkhu Buddha bangsa Tionghoa seperti I-Tsing, datang ke Sriwijaya untuk mempelajari tata bahasa Sansekerta dan menterjemahkan kitab-kitab agama Buddha dari bahasa Sansekerta ke bahasa Tionghoa. I-Tsing sendiri datang dari Nalanda membawa sekurang-kurangnya 500.000 stanza dari kitab suci agama Buddha yang bernama Tripitaka, beserta komentar-komentar dari para guru besar.

Dari tujuh Bhikkhu yang datang ke Sriwijaya bersamaan waktunya dengan kedatangan I-Tsing, ada seorang Bhikkhu yang tetap tinggal d Sriwijaya. Pendeta yang tinggal itu bernama Sakyakirti. Ia dikenal sebagai seorang Bhikkhu yang menulis kitab suci Hastadanda-sastra. Pada tahun 711 Masehi kitab suci ini diterjemahkan ke dalam bahasa Tionghoa oleh I-Tsing.

Dalam agama Buddha terdapat bermacam-macam mazbah antara lain Mahayana dan Hinayana. Sumber tertulis dan arca-arca yang ditemukan mengindikasikan bahwa agama Buddha yang berkembang di Sriwijaya beraliran Mahayana. Akan tetapi, para Bhikkhu Buddha yang mempelajari agama Buddha di Sriwijaya bukan hanya mempelajari agama Buddha aliran Mahayana melainkan aliran Tantrayana dan Mantrayana.

Sabtu, 08 Mei 2010

Buddha and Sangha In Nusantara 9-13 Century A.D.



Buddha and Sangha In Nusantara In 9-13 Century A.D.
Since the first millennium, Nusantara (western part specifically) had been always the locations where trading vessels-with traders ang tranding goods inside-from around the world passing by and made stopover. It was vey posible that Buddhist ang Hindu priest ang monks were also among the passengers. It must have been through sea transportation that the Indian culture influences spread in Nusantara.